"Education is all a matter of building bridges. (Ralph Ellison)"


Berita UKDW


Berita UKDWRSS

TwitterFacebook

Senin, 12 Juni 2017

LULUSAN BIOTEKNOLOGI UKDW TERBUKTI KOMPETEN DAN CEPAT TERSERAP PASAR

Minimnya sumber daya manusia terdidik, terlatih dan berpengalaman dalam bidang bioteknologi menjadi salah satu alasan Indonesia belum mampu mengolah keanekaragaman hayati yang tinggi serta melimpahnya ketersediaan sumber bio-energi yang dimilikinya. Padahal melalui bioteknologi dapat diproduksi berbagai jenis vaksin, obat,  bahan kimia (alkohol, aseton, butanol, gliserol, berbagai asam  amino dan asam organik) serta bahan pangan seperti kecap, roti, bir, cuka, yoghurt, keju, high-fructose syrup, as sitrat, vetsin, lysine dan sebagainya. Bahkan melalui rekayasa genetik dan kultur jaringan telah dihasilkan tanaman dan hewan yang super produktif dan telah diaplikasikan secara masal untuk pisang, nenas, kentang, kelapa sawit, dan kelapa hibrida. Sedang di bidang lingkungan, bioteknologi mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengolahan limbah serta bioremidiasi bahan pencemar.

Melihat tantangan dan besarnya peluang tersebut maka Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) mengembangkan  kurikulum berbasis kompetensi supaya mahasiswa memahami dan menguasai metode-metode analisa mikrobiologi, biokimia serta DNA fingerprinting yang berhubungan dengan proses penyeleksian bahan baku dan organisme, desain proses, maupun pemanenan produk dalam bioindustri, pengembangan proses dan produk bioindustri berbasis tanaman dengan teknik kultur jaringan, pengolahan limbah dan bioremidiasi lingkungan.

Dengan kompetensi yang dimilikinya seorang sarjana bioteknologi dapat berkarier pada berbagai bidang seperti industri  pangan, farmasi, pakan terfermentasi, bahan bakar nabati (bioetanol,biodiesel, biogas), pertambangan (mineral dan batu bara) dan daur ulang residu bahan bakar minyak dan limbah industri pangan. Sedangkan di bidang lingkungan dapat berkarier sebagai manajer lingkungan, pengolahan limbah, bioremediasi, pelaku riset, pengajaran dan pengembangan bidang keilmuan bioteknologi di perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian maupun sebagai konsultan bioindustri dan lingkungan, serta berperan aktif dalam perencanaan dan pemasaran produk-produk bioteknologi dan juga di instansi pemerintah.

Dengan kata lain, kompetensi seorang sarjana bioteknologi banyak dibutuhkan berbagai bidang pekerjaan. Hal ini didukung oleh hasil survey  yang dilakukan oleh Higher Education Statistics Agency di Inggris, seperti dikutip dari Telegraph, yang menempatkan lulusan bioteknologi masuk dalam 10 jurusan yang alumninya paling mudah memperoleh pekerjaan (Kompas, 9 Maret 2013). Dari hasil survey tersebut  tercatat bahwa sekitar 90,9% lulusannya segera memperoleh pekerjaan atau melanjutkan studi setelah lulus. Dari hasil tracer study yang dilakukan secara regular dari tahun 2013-2016, diperoleh hasil bahwa rata-rata lama waktu   mendapatkan pekerjaan adalah 2 bulan, dan mayoritas lulusan bekerja di sektor swasta seperti industri (farmasi, pangan, kesehatan, sebagai entrepreneur, instansi pemerintah ( Biro Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum), Lembaga penelitian dan lembaga swadaya masyarakat serta sebagai pengajar baik di perguruan tinggi maupun tingkat SMA yang telah tersebar di berbagai penjuru tanah air dan umumnya telah menempati posisi strategis. Hal ini dikuatkan oleh laporan alumni yang baru diwisuda bulan Februari 2017, tidak sampai 2 bulan hampir 70% sudah terserap pasar kerja, dan beberapa lulusan merencanakan untuk mengambil program pasca sarjana baik didalam maupun di luar negeri.

Hal tersebut dikuatkan oleh Maria Mawar Kartika S.Si yang telah bergabung di PT. Multi Bintang Mojokerta sebagai quality assurance, bahwa bekal pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah di Fakultas Bioteknologi UKDW sangat bermanfaat dalam memenangkan kompetisi dan cepat beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja. Meski demikian upaya pengembangan dan penajaman  kurikulum tetap terus dilakukan  melalui pengembangan kemitraan, baik dengan alumni dan pengguna lulusan yang berorientasi pada upaya peningkatan kompetensi lulusan.