Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Kristen Duta Wacana (SI UKDW) Yogyakarta berhasil meraih Juara 2 dalam acara Edutainer Nusantara Fair (ENF) 2020 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jenderal Soedirman (BEM KM MIPA UNSOED) Purwokerto.

Proposal berjudul “HALOPET: Aplikasi Berbasis Android sebagai Wadah Wirausaha Jasa Perantara Penitipan Hewan Peliharaan” dikirimkan oleh Beni Mulia Tabarus (Ketua), Nikolaus Aryawan Ravato Wijaya (Anggota) dan Didimus Candra Gased (Anggota) ke Panitia Edutainer Nusantara Fair (ENF) 2020 dengan kategori lomba Business Plan pada Bulan Februari lalu. Ketiganya adalah mahasiswa Prodi Sistem Informasi UKDW Angkatan 2017.

Drs. Jong Jek Siang, M.Sc. selaku dosen pembimbing sekaligus Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi mengungkapkan bahwa lomba Business Plan ini diikuti oleh 60 tim dari perguruan tinggi seluruh Indonesia, masing-masing terdiri dari tiga mahasiswa. “Pada babak penyisihan di bulan Februari – Maret lalu, para peserta mengirimkan ringkasan business plan-nya. Kemudian kelompok yang lolos babak penyisihan mengirimkan proposal lengkap perencanaan bisnisnya. Seleksi proposal ini agak tertunda karena pandemi COVID-19 dan hasilnya baru diumumkan pada tanggal 6 Juni 2020. Awalnya finalis diminta mempresentasikan proposalnya di hadapan juri. Namun karena pandemi, setiap kelompok diminta membuat 15 menit video presentasi yang kemudian dinilai oleh tiga orang juri. Di awal Juli ini, kami mendapatkan pengumuman jika tim dari UKDW berhasil meraih Juara 2,” ungkapnya.

Lebih lanjut Drs. Jong Jek Siang, M.Sc. menjelaskan bahwa aplikasi Halopet ini merupakan hasil pengamatan dari ketiga mahasiswa di atas mengenai kesenjangan yang terjadi pada perawatan hewan peliharaan. Banyak pemilik hewan yang merasa kesulitan menitipkan hewan peliharaannya saat akan bepergian lama. Terlebih lagi biaya yang dikeluarkan cukup besar jika menitipkan hewan peliharaan di klinik hewan. Sementara itu, banyak mahasiswa pecinta hewan yang memiliki kemampuan dan waktu untuk merawat hewan. “Mereka membuat aplikasi bernama Halopet yang mempertemukan pemilik dan perawat hewan peliharaan. Prinsip ini mirip dengan jasa pemesanan ojek online. Pemilik hewan dapat menitipkan hewan kesayangannya ke pecinta hewan dengan biaya yang lebih terjangkau. Sementara itu, mahasiswa pecinta hewan dapat merawatnya dan memperoleh uang jasa. Aplikasi ini dapat menyaring lokasi pemilik hewan, jenis hewan, dan waktu penitipan sehingga pecinta hewan dapat menyaring informasi terlebih dahulu sebelum mengambil pekerjaan perawatan hewan. Sedangkan pengelola aplikasi memperoleh keuntungan yang dihitung dari persentase biaya jasa yang diberikan pemilik hewan,” pungkasnya. (FTI/Jong Jek Siang)

Berlangganan Newsletter Kami

Bergabunglah dengan milis kami untuk menerima kabar terbaru dan update dari tim kami.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This