Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Yogyakarta menggandeng Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dalam penyelenggaraan vaksinasi dosis ketiga atau booster pada hari Rabu, 26 Januari 2022 di Auditorium Koinonia UKDW Yogyakarta.

Koordinator Vaksinasi Wilayah Kota Binda DIY, AKBP Sugiyono, S.Pd. menjelaskan BIN sebagai kepanjangan tangan dari Presiden membantu program pemerintah untuk percepatan vaksinasi Covid-19. Percepatan vaksinasi baik itu dosis pertama, dosis kedua, maupun dosis ketiga terus dilakukan unutk mencegah penularan Covid-19 secara masif. “Untuk vaksinasi booster ini diutamakan bagi kelompok manula, akademisi, guru, dan ASN yang sering bertatap muka serta memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Namun secara berjenjang akan kita kawal vaksinasi ini untuk seluruh rakyat Indonesia,” terangnya.

AKBP Sugiyono, S.Pd. menambahkan suntikan vaksin ketiga ini menggunakan jenis vaksin PFIZER sebagai vaksin heterolog dengan target sasaran 750 orang yang sebelumnya telah menerima vaksinasi primer lengkap dengan jenis vaksin SINOVAC dan ASTRAZENECA. Adapun tenaga kesehatan yang ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi ini berasal dari Poltekkes Yogyakarta dan Fakultas Kedokteran UKDW Yogyakarta.

“Harapannya dengan vaksinasi booster ini, kita bisa memiliki kekebalan terhadap Covid-19 dan diharapkan tidak ada penularan gelombang ketiga, maupun varian baru omicron tidak terjadi di Yogyakarta. Sehingga akademisi bisa segera melaksanakan perkuliahan tatap muka dengan aman,” imbuhnya.

Sementara itu Koordinator Tim Gugus Tugas Covid-19 UKDW, dr. Maria Silvia Merry, M.Sc. menyampaikan penerima vaksin booster ini harus memastikan vaksinasi dosis pertama dan kedua dilakukan enam bulan yang lalu, tidak ada alergi berat vaksin sebelumnya. Jika terdapat komorbit pastikan kondisinya terkontrol atau mendapat persetujuan dari dokter yang merawat. Kemudian sudah makan dan tidur yang cukup sebelum dilakukan vaksinasi. Efek samping yang umum muncul setelah vaksinasi adalah pegal di area suntik, biasanya terasa 24 jam setelah vaksin. Ada juga beberapa yang merasakan demam ringan dan badan lemas.

“Setelah menerima vaksin, diharapkan menunggu minimal 15 menit di tempat observasi dan segera laporkan kepada petugas jika ada keluhan. Selanjutnya dianjurkan untuk tidak beraktivitas berat atau berolah raga setidaknya tiga hari kedepan supaya vaksin bisa berfungsi optimal dalam meningkatkan respons imun tubuh. Jika sesampainya di rumah muncul gejala ringan pastikan untuk beristirahat, makan dan minum yang cukup, usahakan tidak konsumsi obat anti nyeri atau obat radang lainnya. Namun jika keluhan memberat harap segera mendatangi layanan kesehatan terdeka untuk ditangani. Walaupun telah mendapatkan vaksinasi booster, diharapkan untuk tertib protokol kesehatan,” jelasnya.

Berlangganan Newsletter Kami

Bergabunglah dengan milis kami untuk menerima kabar terbaru dan update dari tim kami.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This