Dalam suasana pandemi, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Kristen Duta Wacana (FAD UKDW) Yogyakarta terus berinovasi untuk menghadirkan kebaruan. Hal ini terwujud dalam acara Dies Natalis FAD yang diselenggarakan pada Senin, 10 Mei 2021 secara daring melalui Zoom. 

Kebaruan tersebut terlihat pada partisipasi mahasiswa dan alumni yang secara sukarela mengijinkan produknya dipajang secara menarik dan digunakan sebagai background selama acara berlangsung. Panitia yang berperan pun didominasi oleh mahasiswa-mahasiswa angkatan muda. Suasana seperti ini merupakan pesan tersendiri yang ingin disampaikan kepada partisipan untuk tetap berkarya meski situasi dan kondisi lingkungan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Tema yang diusung kali ini membuat partisipan kebingungan. “Jauh di Hati, Dekat di Mata?” hanyalah permainan kata-kata yang sebenarnya semua orang sudah tahu persis susunan kata dan makna sesungguhnya. Tema tersebut diangkat untuk menyampaikan pesan kebersamaan dalam kondisi yang berbeda-beda. Terutama pada usia FAD yang ke-11, Prodi Arsitektur ke-36, Prodi Desain Produk ke-16, Prodi Magister Arsitektur ke-6 dan Program Profesi Magister ke-3, interaksi antar Pegawai Akademik (PA) dan Pegawai Pendukung Akademik (PPA) dengan mahasiswa masih terkendala ruang tatap muka. Hal tersebut tatkala menumpulkan empati dan bisa berdampak pada sifat acuh tak acuh. 

Pada kesempatan ini Pdt. Nani Minarni selaku Pendeta Kampus mengajak partisipan memaknai sebuah narasi FAD dan renungan singkat. Narasi FAD dirangkai oleh Pdt. Nani Minarni dari penggalan kata-kata yang diajukan oleh keluarga besar FAD yang menggambarkan harapan FAD sebagai sebuah keluarga pada kutipan berikut. “Dalam catatanku hingga kini, keluargaku sudah hidup bersama selama 11 tahun sebagai Fakultas Arsitektur dan Desain. Sebagai anak sulung aku sudah 36 tahun dan namaku Arsitektur, adikku DesPro sekarang 16 tahun, adikku lagi Magister Arsitektur sekarang 6 tahun dan yang terkecil berumur 3 tahun si-Profesi Arsitektur. Meski rentang usia lahir kami berjauhan….sifat, kebiasaan dan cara pandang kami kadang berbeda…..tetapi sebagai keluarga kami sangat dekat….” 

Setelah renungan singkat yang membawa partisipan ke dalam sebuah refleksi kebersamaan, Dr. – Ing. Ir. Winarna, M.A. selaku Dekan FAD melakukan potong tumpeng yang menunjukkan ucapan syukur atas eksistensi FAD dalam menjaga kepercayaan masyarakat hingga saat ini. Selanjutnya acara berlanjut pada sharing session yang diisi oleh lima orang.  Pertama, hadir Jasmine C.R.S.E. Samani mahasiswa Arsitektur 2020 dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sempat mengalami musibah bencana alam banjir bandang. Kedua, hadir Russel Ivanovic mahasiswa Arsitektur 2020 yang mengalami perbedaan transisi saat pandemi dari pelajar menjadi mahasiswa. Ketiga, hadir Fidaruma Rejina alumni Desain Produk yang berbagi pengalaman lulus dan memulai karir di masa pandemi. Keempat, hadir Irwin Panjaitan, ST., MT. sebagai dosen termuda yang bergabung ke dalam keluarga FAD. Kelima, hadir Ir. Eddy Christianto, M.T., IAI. sebagai dosen FAD yang telah purna tugas tetapi masih banyak mahasiswa dan alumni yang rindu untuk mendengarkan pengalamannya yang menginspirasi banyak pihak. Suasana keakraban semakin terasa di akhir penghujung acara salah satunya pada stand up yang disampaikan oleh Irwin Panjaitan, ST., MT.. Selain itu, FAD juga memberikan hadiah kepada para pemenang lomba badminton, lomba menghias pot, penjawab kuis tercepat dan peserta yang mendapatkan doorprize. [FAD/dandan]

Pin It on Pinterest

Share This