Mengangkat tema “Information System: Student Life”, Program Studi Sistem Informasi (Prodi SI) Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Duta Wacana (FTI UKDW) mengadakan Diskusi Bareng Kating (Dibanting), pada hari Sabtu, 2 Oktober 2021.

“Melalui tema ini kami ingin memperkenalkan kakak tingkat kepada adik tingkat tentang kehidupan mahasiswa SI itu seperti apa, khususnya bagi angkatan 2021 yang belum pernah bertemu langsung karena masa pandemi. Penting bagi kita untuk mampu melampaui keterbatasan diri terutama di masa pandemi seperti ini. Semua aktivitas seperti dibatasi sehingga keadaan menuntut kita untuk terus berkembang, terus berpikir agar tidak tertinggal, dan dapat terus mengikuti arus perkembangan zaman,” ujar Alex Septimand Gulo, mahasiswa SI Angkatan 2019 selaku wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) 2021.

Acara Diskusi Bareng Kating (Dibanting), yang dipandu oleh Gabriel Manaor (mahasiswa angkatan 2019) dan Selvi Ayu Melianda Sarumaha (mahasiswa angkatan 2020) selaku moderator ini diadakan secara daring menggunakan platform google meet dan diikuti oleh mahasiswa angkatan 2018, angkatan 2019, angkatan 2020, angkatan 2021.

Dua narasumber yaitu Vinanda Kristianti (angkatan 2018) magang di Lembaga Pengembangan Akademik dan Inovasi Pembelajaran (LPAIP) UKDW dan Rico Alex Sandra (angkatan 2018) magang di Great Giant Foods sebagai Web development, membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan kepanitiaan, organisasi, bekerja atau pencapaian yang mereka raih selama berkuliah.

Melanjutkan sesi berbagi pengalaman, Vivin dan Rico juga memberikan informasi tentang cara belajar kuliah online dengan lancar. Vivin menyampaikan mahasiswa harus punya inisiatif belajar dan mengingatkan diri sendiri untuk disiplin mengikuti kuliah. “Punya semangat yang diperbaharui. Mau mencari ilmu pengetahuan dari sumber-sumber lain, sebab guru terbaik adalah ketika kalian mau belajar sendiri. Jangan berpikir ilmu hanya didapat dari dosen saja. Kita perlu menggali kemauan kita ingin menjadi seperti apa nantinya. Mulailah dengan niat dan kesungguhan hati dalam menjalankan kegiatan perkuliahan kalian,” ujar Vivin.

Sementara itu Ricco mengajak untuk mengenali motivasi diri dalam berkuliah. “Lihat lagi dari diri kita sendiri, kuliahnya niat atau tidak. Jika niat pasti ada cara sehingga kuliah bisa lancar. Ada istilah banyak jalan menuju roma maksudnya adalah banyak cara yang bisa kalian lakukan. Pasti ada jalan untuk berkuliah seperti tanya dosen, tanya asdos, tanya teman. Kalian juga harus bersyukur berada hingga sampai saat ini, artinya sedikit proses lagi ilmu yang kalian pelajari akan berguna dalam menghadapi sepuluh tahun kedepan. Jika sudah tahu jalannya,berarti harus bisa survive sampai wisuda nanti,” tambah Rico.

Menutup sesi diskusi, Vivin menekankan bahwa sesibuk apapun kegiatan yang dilakukan, harus tahu prioritas belajar karena kita adalah mahasiswa. Buatlah perencanaan dan daftar kegiatan dengan jadwal maupun tugas yang dikerjakan agar tidak berbenturan. “Kita perlu mengukur kapasitas diri, kesiapan waktu sebelum mengikuti kegiatan-kegiatan lain. Ketika kalian siap dengan segala resiko berarti juga harus siap mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan bertanggung jawab atas tugas yang diemban,” tambahnya.

Vivin berpesan agar para mahasiswa tekun dan giat berlatih pada perkuliahan yang sekarang dijalani. “Ini harus jadi kebiasaan yang ditanam di masa kuliah. Menurut saya SI UKDW ini walaupun ada irisan antara manajemen dan IT tapi pada kenyataannya lebih mengarah ke IT. Kita diajarkan banyak bahasa pemrograman, dan memuat berbagai program. Kita sebagai mahasiswa perlu memahami jika dosen bukan pusat pengetahuan. Oleh karena itu, kita harus mencoba sendiri, kalau belum bisa coba terus. Kalau bingung cari solusi di internet dulu, nanti kalau sudah mentok bisa kita bisa tanyakan ke dosen. Jadi harus dibiasakan self-learning. Project itu jadi tanggung jawab mahasiswa sendiri, karena dosen sudah memberi pedoman untuk kita selama kuliah. Nah, bagaimana mana menyelesaikannya, apakah nanti selesai atau tidak, itu tergantung kemampuan kita,” ujar Vivin.

Melalui acara ini mahasiswa diingatkan bahwa selain menambah ilmu, menambah relasi selama kuliah adalah hal penting. Rico berpesan bahwa pentingnya menjalin relasi dengan sesama mahasiswa maupun dengan dosen karena relasi memberikan wawasan baru tentang dunia perkuliahan dan dunia pekerjaan. “Dengan mengikuti kegiatan kampus akan sangat mendukung dalam pengembangan karakter dan pengetahuan dalam suatu organisasi,” tuturnya.

Sementara itu Alex Septimand Gulo, mahasiswa SI Angkatan 2019 selaku wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) 2021 memberikan respons positif atas acara ini. “Mahasiswa angkatan 2021 menjadi termotivasi mengenal kegiatan-kegiatan di kampus baik organisasi maupun perkuliahan di SI. Kami bisa mengenal kakak tingkat di Prodi SI dan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi perkuliahan baik online maupun offline. Dengan adanya diskusi ini, saya berharap komunikasi dan kekeluargaan antara mahasiswa SI tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (FTI/Meidianti)

Pin It on Pinterest

Share This