Dalam mewujudkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan memberikan bekal kemandirian bagi para mahasiswa dalam entrepreneurship maka Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menyusun program unggulan yaitu GyEco dan Strengthening Bioentrepreneurship Competence (SBC), selain itu Fakultas Bioteknologi UKDW Yogyakarta juga memiliki beberapa program unggulan lainnya untuk mendukung tiga kompetensi utama di fakultas, yang memberikan bekal kepada mahasiswa untuk mencapai tiga profil utama program studi yaitu sebagai Bioscience, Bioentrepreneurship dan Biopracticioner.

SBC merupakan program yang disusun bagi mahasiswa di semester akhir (semester 7-8) untuk memberikan bekal bagi lulusan agar memiliki kemampuan BioEntrepreneurship. Dalam BioEntrepreneurship, mahasiswa sangat dituntut untuk melakukan proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta dapat melihat persoalan langsung di lapangan serta memiliki kreatifitas dan inovasi  terhadap persoalan nyata di lapangan. 

Menjawab tantangan inilah, Fakultas Bioteknologi UKDW Yogyakarta mulai semester gasal 2021/2022 bekerjasama dengan mitra utama BUGI (Bildung und Gesundheit für Indonesien),  yang berkedudukan di Hannover Jerman, merancang pembelajaran SBC melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah. Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Permendikbud No 3 tahun 2020 tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan visi UKDW Yogyakarta untuk menjadi Entrepreneurial Research University (ERU) pada tahun 2023. 

Dalam program ini, selain BUGI, Fakultas Bioteknologi bekerjasama dengan banyak pihak diantaranya yaitu  Universitas Madako Toli-toli, Masyarakat Sasik Kosuai, Boki Dive, BSTM (Bank Sampah Tolitoli Mandiri) dan TNI Angkatan Laut  di Toli-toli. Mata kuliah yang terangkum dalam  pembelajaran ini terdiri dari magang, KKN, skripsi, seminar, mata kuliah pengelolaan sumber daya alam, eksplorasi bawah laut dan ecotourism dengan jumlah 21-24 SKS.

Mahasiswa Fakultas Bioteknologi UKDW Yogyakarta sendiri sangat antusias untuk mengikuti program ini, sehingga fakultas perlu melakukan seleksi terhadap mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini. Maka terpilihlah sepuluh mahasiswa angkatan 2018 untuk diberangkatkan ke kabupaten Toli-Toli. Pelepasan dan pemberangkatan mahasiswa telah dilakukan pada tanggal 31 Agustus 2021 yang lalu oleh Dr. Charis Amarantini, M.Si. selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Kukuh Madyaningrana, S.Si. M. Biotech yang selanjutnya akan mendampingi mahasiswa selama kegiatan ini berjalan. Kegiatan ini juga melibatkan dosen lain di Fakultas Bioteknologi UKDW Yogyakarta dan dosen dari Universitas Madako, diantaranya  Drs. Kisworo, M.Sc., Dra. Aniek Prasetyaningsih, M.Si. Dra. Haryati Bawole, Dr. Laurentia Paramita, dan lain-lain.  

Sampai bulan September ini mahasiswa telah melakukan banyak kegiatan observasi, magang, dan juga terlibat dalam berbagai kegiatan bersama dengan TNI Angkatan Laut di Toli-Toli serta Pemda setempat. Berdasarkan observasi yang sudah dilakukan oleh mahasiswa bersama dengan pendamping lapangan, topik magang yang diambil oleh mahasiswa yaitu monitoring dan konservasi dugong, optimasi pertumbuhan dan pemanfaatan algae untuk kesehatan dan kosmetik, pengolahan sampah, konservasi sea grass (lamun) dan terumbu karang serta Ecotourism.  

Dalam rangka HUT TNI Angkatan Laut ke 76 pada tanggal 9 September, mahasiswa mengikuti kegiatan penanaman mangrove bersama dengan TNI Angkatan Laut, mahasiswa Universitas Madako, siswa SMA Negeri 1 jurusan perikanan, masyarakat dan stakeholders lain di Desa Ginunggung yang merupakan lokasi konservasi di Toli-Toli. Selain itu para mahasiswa juga mengikuti coffee morning bersama dengan pejabat di lingkungan Kabupaten Toli-toli. Mahasiswa berperan aktif pula dalam kegiatan bersih pantai di Pantai Lalos. Diharapkan kedepannya, mahasiswa dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kebersihan pantai, sehingga lingkungan dan habitat di laut tetap terjaga dengan baik.   

Selain itu mahasiswa juga melakukan kampanye pemuda peduli terhadap lingkungan melalui  radio dan berbagai aktivitas lain seperti penanaman bibit Eucheuma (algae), monitoring dugong (putri duyung) dan habitatnya, pengelolaan sampah dan pengembangan marine ecotourism di Toli-toli. Kegiatan ini dapat berjalan lancar karena dibantu oleh Wiyatmoko, pendiri Bank Sampah Tolitoli Mandiri sekaligus merupakan tokoh masyarakat Sasik Kosuai di Toli-toli sekaligus representasi Bugi di Sulawesi. Wiyatmoko selalu mendampingi para mahasiswa dalam menjalankan aktivitasnya. 

Sampai saat ini program dan aktivitas magang mahasiswa serta peran aktif mahasiswa dalam masyarakat berjalan dengan lancar. Kegiatan yang sudah diprogramkan berikutnya adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ginunggung bersama dengan dosen serta mahasiswa Universitas Madako, selain skripsi dan matakuliah lain yang  mengambil kasus di Toli-toli. (FBio/Aniek)

Berlangganan Newsletter Kami

Bergabunglah dengan milis kami untuk menerima kabar terbaru dan update dari tim kami.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This