Pada hari Jumat, 21 Februari 2020, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menjadi tuan rumah  diskusi yang diadakan oleh Indonesian Artificial Intelligence Society (IAIS) Chapter Joglosemar. Bertempat di Ruang Firewall Gedung Agape Lantai 3, pertemuan tersebut dihadiri 22 peserta yang terdiri dari dosen UKDW, Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Kristen Satya Wacana, serta perusahaan startup Neurabot dan Widya Wicara. Pertemuan tersebut diadakan untuk mengukuhkan pembentukan IAIS Chapter Joglosemar serta berdiskusi mengenai kebutuhan Indonesia akan sistem berbasis kecerdasan buatan.

IAIS terbentuk sejak 2018 dan diisi oleh pemerhati AI dari berbagai kalangan mulai dari akademisi, pengusaha, maupun pemerintah. Hingga saat ini, anggota IAIS mencapai kurang lebih 400 orang. IAIS merupakan komunitas mandiri dan dibentuk dengan harapan supaya mampu menjadi rekanan bagi komunitas yang ingin menerapkan kecerdasan buatan. Saat ini, IAIS diketuai oleh Dr. Ir. Lukas, MAI, CISA, IPM.

IAIS ingin menjangkau siapapun yang memiliki minat dan kecintaan terhadap AI untuk bergabung dan berdiskusi bersama. Ketika AI masih dipandang secara sebelah mata dan mendapat tanggapan skeptis dari masyarakat, IAIS berusaha agar AI dapat diterima khalayak luas secara positif. IAIS berusaha meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia agar mampu menciptakan lebih banyak inovasi berbasis kecerdasan buatan, sehingga tidak melulu tergantung dengan produk luar negeri.

Pada kesempatan tersebut, Lukas juga memaparkan tiga tahap penciptaan kecerdasan buatan, dimulai dari tahap pertama berupa Artificial Narrow Intelligence (ANI) yang berfokus menyelesaikan satu masalah. Setelah ANI, kecerdasan buatan diharapkan berkembang pada tahap kedua yaitu Artificial General Intelligence (AGI) dan Artificial Super Intelligence (ASI) yang kemampuannya melampaui manusia di segala bidang.

Salah satu startup yang berkesempatan untuk menampilkan ciptaannya pada acara tersebut adalah Widya Wicara. Startup hasil karya anak bangsa tersebut menciptakan speaker cerdas dengan personal assistant bernama Widya. Saat ini, Widya mampu menjalankan beberapa fungsi, seperti menjadi pengingat waktu beribadah, menjadi teman berbicara, serta menjadi pemutar lagu. Tahun ini, startup tersebut memiliki keinginan untuk membuat tiga perseroan terbatas untuk melengkapi PT Widya Inovasi Indonesia dan PT Widya Informasi Nusantara. (FTI/Rully)

Pin It on Pinterest

Share This