Ketika memasuki bulan suci Ramadhan, para umat Islam tentu akan menjalankan yang namanya ibadah puasa. Puasa bukan hanya sekedar menahan keinginan makan dan minum melainkan juga bentuk pengendalian diri seutuhnya baik itu pikiran, perkataan, dan perbuatan  dengan tetap menjaga spiritualitas kepada Allah. Tidaklah mudah untuk menjalankan ibadah puasa apalagi ditengah kondisi pandemi yang bisa dikatakan belum stabil ditambah lagi adanya isu varian hepatitis baru. Momen dapat berkumpul bersama keluarga atau orang-orang yang dikasihi pada saat hari raya Idul Fitri pun menjadi suatu hal yang begitu berharga.

Untuk menyambut hari raya yang penuh dengan penghayatan iman ini, ada banyak hal yang dipersiapkan. Selain sajian-sajian berselera seperti ketupat dengan beragam lauk pauknya, tentu yang paling utama adalah hati yang siap untuk menyambut hari kemenangan yaitu Idul Fitri. Bagi umat Islam, Idul Fitri merupakan hari raya yang sakral dalam merayakan kemenangan iman mereka setelah berpuasa sebulan penuh. Idul Fitri juga dapat bermakna kembali pada keadaan suci. Setiap muslim yang menjalankan ibadah suci bulan Ramadhan dengan baik akan mendapatkan amaliyah, wasilah, dan maghfirah dari Allah laksana bayi yang baru dilahirkan, seperti lahirnya lahir baru.

Sejak tahun 2017, kegiatan pengembangan spiritualitas bagi karyawan muslim telah menjadi tradisi yang direspon dengan baik oleh seluruh elemen kampus Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Tradisi ini merupakan bentuk perwujudan visi pluralitas dan semangat memelihara keragaman, toleransi, dan kebersamaan warga UKDW Yogyakarta. Setiap bulan Ramadhan, diadakan penyegaran iman bagi karyawan muslim UKDW Yogyakarta, kecuali pada tahun 2020 sampai dengan 2021 yang tidak diadakan acara pengajian dan sholat magrib bersama dikarenakan pandemi. Meskipun demikian, esensi penyelenggaraan pengembangan spiritualitas untuk karyawan muslim tetap terjaga. Dalam keterbatasan pandemi pada saat itu, sukacita di bulan Ramadhan untuk berbagi bingkisan Idul Fitri tetap dilakukan sebagai bentuk perhatian UKDW Yogyakarta melalui unit Pusat Kerohanian Kampus (PKK) terhadap para karyawan muslim, baik pegawai tetap (PA & PPA) maupun pegawai outsourcing (CV. Gemilang dan UD. Asri) yang bekerja di UKDW Yogyakarta.  

Dengan memperhatikan situasi pandemi yang mulai mereda dan aktivitas keagamaan dapat dilaksanakan dengan lebih terbuka, melalui unit PKK, diadakanlah kembali pengembangan spiritualitas karyawan muslim pada tahun 2022 ini. Pengembangan spiritualitas karyawan muslim ini diadakan dalam bentuk Siraman rohani dengan tema “Nikmat Ramadhan dalam Keterbatasan” ini disampaikan oleh mahasiswa S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ustad Tajul Muluk, M.Ag. Pembacaan Al Qur’an oleh qori Saiful Affandi (Takmir Masjid UIN Sunan Kalijaga), sedangkan sari tilawah dilakukan oleh Slamet Sulitstyo (PPA Biro 1 UKDW). Bingkisan Idul Fitri juga dibagikan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seluruh rangkaian kegiatan ini diadakan di Gedung Auditorium Koinonia pada hari Senin, 25 April 2022 yang lalu. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh wakil pengurus Yayasan PTK Duta Wacana, Ir. Mariyam Handayani dan jajaran pimpinan UKDW Yogyakarta diantaranya Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D. (Rektor UKDW Yogyakarta), Dra. Ambar Kusuma Astuti, M.Si (Wakil Rektor 2) dan Pdt. Dr. Handi Hadiwitanto (Wakil Rektor 4). Kegiatan pengembangan spiritual ini pun direspon baik oleh para karyawan yang dapat dilihat dari antusiasme sekitar 200-an karyawan muslim yang hadir. 

Melalui tema “Nikmat Ramadhan dalam Keterbatasan”, para karyawan dan tamu undangan yang hadir diajak untuk mensyukuri setiap berkat yang kita terima meskipun dalam situasi tidak menentu. Pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya ini membuat banyak batasan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sektor ekonomi terdampak cukup parah dengan banyaknya aktivitas perekonomian yang dibatasi. Banyak dari masyarakat yang juga kehilangan anggota keluarga, rekan kerja, sahabat, ataupun orang yang disayangi. Momen berkumpul bersama keluarga pada saat Idul Fitri pun juga menjadi hal yang sangat dirindukan. Meskipun demikian, sukacita Lebaran tetap dapat dirasakan dengan saling berbagi berkat kepada mereka yang membutuhkan. (PKK/Maca)

Pin It on Pinterest

Share This