Bagi Manasena Susana Gibannebit Giban atau akrab dipanggil Susan, tahun 2018 menjadi saat dimana ia memulai cerita kehidupan sebagai mahasiswa Fakultas Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Masuknya Susan ke Fakultas Bisnis UKDW Yogyakarta awalnya dari mengikuti teman-temannya. Susan berkeinginan kuat untuk kuliah dengan konsep berhitung hingga akhirnya memutuskan UKDW Yogyakarta sebagai tempat ia melanjutkan studi. Selama berkuliah di UKDW Yogyakarta, ia menjadi lebih berkembang dengan pengalaman yang diperolehnya. “Saya memilih kuliah di UKDW karena mengikuti teman-teman saya saat itu, namun saya tidak menyangka UKDW bisa membantu saya berkembang menjadi seseorang yang luar biasa hingga hari ini. Bahkan sebagian besar pengalaman terbaik dalam hidup saya, bisa saya peroleh ketika kuliah di UKDW. Alasan saya memilih Prodi Akuntansi, adalah karena saya suka hitungan. Menurut saya itu adalah kegiatan yang sangat menarik dan dapat menjadi salah satu olahraga otak,“ ujar perempuan kelahiran Wamena sembari tertawa. Susan juga aktif mengikuti kampanye anti-korupsi bersama Kelompok Studi Audit dan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Susan menjadi tim riset untuk acara Chief Corner KPK dan berkesempatan untuk ikut mewawancarai beberapa tokoh penting. Tidak hanya itu selama kuliah, Susan juga mengikuti beberapa organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa, Unit Kebudayaan dan kepanitiaan acara kampus.

Sejak tahun 2020, Susan memiliki keinginan untuk mengikuti beauty pageant. Susan lalu melakukan persiapan untuk mengikuti ajang beauty pageant. Kebetulan RCTI dan Yayasan Miss Indonesia (MI) menyelenggarakan Miss Indonesia 2022, ajang pencarian wanita Indonesia yang senantiasa mengutamakan karakter beauty with a purpose, yakni wanita yang selain cantik dan cerdas juga dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. “Awalnya kakak merekomendasikan untuk menjadi salah satu admin Miss Indonesia. Lalu, ditawarkan untuk mengikuti seleksi melalui Yogyakarta dan mewakili Papua. Setelah melakukan beberapa pertimbangan saya setuju dan memberanikan diri untuk mencoba,” ujarnya. 

Alasan Susan tertarik untuk mengikuti kontes ini sebenarnya bukan hanya untuk mengekspresikan diri sendiri, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa kecantikan wanita Indonesia itu beraneka ragam dan tidak perlu adanya sebuah standar yang mengekang. “Saya ingin sekali menjadi inspirasi bagi wanita Papua dan Indonesia untuk tidak membatasi diri mereka untuk melakukan banyak hal positif. Tidak berhenti sampai disitu saja, saya juga ingin berpartisipasi aktif untuk melayani dan menjadi berkat bagi orang lain. Sejauh ini saya belum mengalami kendala yang berarti, karena pihak panitia sangat baik dalam menjalankan setiap proses seleksi. Selain itu seluruh peserta seleksi sangat ramah dan saling mendukung,” jelasnya.

Pendaftaran MI dilakukan melalui aplikasi RCTI+. Adapun syarat utama untuk mengikuti pemilihan MI adalah memiliki tinggi badan minimal 165 cm dan usia maksimal. 23 tahun. Selain itu, MI mengutamakan karakter Beauty with Purpose, dimana bukan hanya cantik dan pandai, tetapi seorang wanita juga dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. Untuk kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi salah satu syarat wajib karena ketika dinobatkan menjadi MI 2022 maka nantinya ia akan mewakili Indonesia di kancah internasional.

Setelah peserta mengisi biodata dan informasi lainnya seperti melampirkan foto, video bakat, dan video perkenalan, pada tahap selanjutnya, seleksi dilaksanakan secara offline di beberapa daerah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Setiap kandidat termasuk Susan mengikuti tes PCR satu hari sebelumnya, dan pada hari H akan kembali mengikuti tes antigen. “Jika hasilnya negatif maka dapat lanjut dalam pengisian berkas dan tes pengetahuan umum, serta melakukan interview bersama juri. Pada tahap akhir kandidat akan di make over dan melakukan sesi foto dan catwalk. Setelah itu tahap seleksi selesai dan akan menunggu pengumuman resmi dari pihak penyelenggara,” ujarnya.

Setelah menjalani proses penyaringan ketat pada rangkaian audisi yang telah digelar. Para peserta yang terpilih dari 34 provinsi menjalani serangkaian tahapan karantina. Pada masa karantina, mereka akan diberikan pembekalan diri, diasah kemampuan dan bakat agar tidak hanya memiliki paras cantik, tetapi juga memenuhi kriteria “MISS” yaitu: Manner, Impressive, Smart, and Social. Sesi pembekalan antara lain terdiri dari bicara di depan publik (public speaking), pembentukan karakter (character building), cara berperilaku (manner), kelas kecantikan (beauty class), dan modeling. Para peserta juga akan diseleksi dan dinilai melalui Fast Track dalam kategori Beauty with A Purpose, Nature and Beauty Fashion, Sport Competition, Talent Show, Catwalk, dan Social Media.

Saat ini belum ada pengumuman resmi dari pihak panitia, jadi seluruh kandidat masih menunggu. Sejauh ini panitia melakukan pemantauan berkala terhadap progres yang Susan lakukan, terkait dengan penurunan berat badan dan pemotretan untuk foto terbaru. Seluruh hal ini digunakan untuk pertimbangan lebih lanjut terkait usaha kandidat dalam mengikuti seluruh proses. “Serangkaian proses seleksi MI mengajarkan saya untuk lebih menghargai setiap proses yang dijalani. Usaha yang keras perlu dilakukan untuk bisa mencapai hasil yang kita inginkan, karena tidak ada hasil yang instan. Selain itu saya juga mampu meningkatkan kepercayaan diri saya untuk tampil dihadapan banyak orang dengan kemampuan dan keunikan yang saya miliki. Kemampuan public speaking saya juga turut berkembang dikarenakan seorang kandidat MI diharapkan mampu menyuarakan pemikirannya serta hal-hal yang terjadi di lingkungan sosial,” jelas Susan. 

Susan sadar bahwa di balik kesuksesannya saat ini tidak lepas dari support dan dan peranan banyak orang. “The most influential person in my life is my parents. Mereka adalah orang yang paling mendukung saya dan tidak pernah menyerah untuk kehidupan saya selama ini. They always teaches me to be the best for ourselves so that we can be the best for other. Karena peran mereka itulah saya bisa ada sampai hari ini,” ujarnya. Tidak lupa Susan menyampaikan pesan untuk seluruh civitas akademika UKDW. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada segenap sivitas UKDW, baik dosen dan teman-teman lainnya. Karena dari awal semester saya menerima cinta dan dukungan yang luar biasa, serta banyak kesempatan untuk mengembangkan diri saya. Harapan saya kedepannya UKDW mampu melahirkan banyak mahasiswa yang bukan hanya cerdas, tetapi mampu melakukan yang terbaik, berintegritas dan melayani dunia dengan tetap menaati Allah. Saya mohon dukungannya untuk proses saya selanjutnya baik di perkuliahan maupun kegiatan Miss Indonesia, semoga saya mampu melakukan yang terbaik. Sorbum!,” pesannya. (Meidianti)

Berlangganan Newsletter Kami

Bergabunglah dengan milis kami untuk menerima kabar terbaru dan update dari tim kami.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This