Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini tidak menghambat Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dalam melayani dan memberikan kontribusi pada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta (LPPM UKDW) yang akan mengadakan KKN alternatif berbasis daring telah membuka dan melaksanakan pembekalan KKN pada hari Sabtu, 16 Mei 2020. Kegiatan yang dilaksanakan melalui video conference ZOOM dan Youtube Live ini diikuti oleh 650 peserta yang terdiri dari 620 peserta KKN, dan 30 dosen serta tamu undangan. Seluruh peserta KKN dibagi menjadi 96 kelompok yang wajib memilih 1 dari 4 program KKN yang ditawarkan, yaitu Pemberdayaan Masyarakat, Kewirausahaan, Penerapan Teknologi, atau Karya Inovatif. 

Ketua LPPM UKDW, Dr. – Ing., Wiyatiningsih, ST., MT. menyampaikan, jika tahun sebelumnya LPPM mengadakan program KKN Reguler dan KKN Tematik luar jawa, saat ini program KKN dijadikan satu dengan sebutan KKN UKDW 2020.  “Tema dari KKN UKDW 2020 ini adalah Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Teknologi, Kreativitas dan Inovasi. Program ini merupakan kombinasi dari program Pengabdian kepada Masyarakat dan Program Kreativitas Mahasiswa yang sudah ada sebelumnya,” ujar Wiyatiningsih. 

Dalam pelaksanaan program KKN UKDW 2020, LPPM UKDW bermitra dengan Kecamatan Sentolo dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak  (DPMPPA) Kota Yogyakarta. Persiapan dan perancangan program dimulai bulan Mei 2020. Sedangkan implementasi program KKN dilaksanakan dari 1 Juli hingga 31 Juli 2020, seluruhnya dilaksanakan secara online dari tempat tinggal masing-masing peserta. 

KKN UKDW 2020 resmi dibuka oleh Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D selaku Rektor UKDW. Dalam sambutannya, Rektor UKDW menyampaikan agar mahasiswa selalu fokus pada pemberdayaan masyarakat, cara kita menggunakan teknologi dan juga cara kita untuk berfikir secara kreatif.  “KKN ini merupakan proses dua arah. Mahasiswa nantinya akan belajar banyak hal dari masyarakat. Tentang bagaimana keuletan dan elastisitas masyarakat dalam menghadapi krisis, Tetapi melalui kegiatan KKN ini mahasiswa juga harus mampu membantu masyarakat untuk tetap produktif,” tambahnya.

Sesi pembekalan yang dimoderatori oleh ketua Dosen Pembimbing Lapangan, Yohanes Satyayoga Raniasta, S.T., M.Sc berlangsung cukup menarik dengan hadirnya beberapa pelaku usaha yang inspiratif dan kreatif. Singgih Susilo Kartono, founder dan desainer Spedagi Magno, David Y Elim, founder CV Pandanus Internusa, dan Ambar Yuda Saputra, founder Ayam GepreX Keju dan Warung Geblek Pari  berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan ini. 

Mempertahankan usaha di tengah pandemi Covid-19 membutuhkan trik khusus. David Y Elim mengatakan untuk tetap konsisten membuat produk baru dan aktif menawarkannya ke pelanggan. “Supaya usaha tetap berjalan baik kita harus keep in touch dengan buyers dan suppliers, membuka toko melalui marketplace online, mengatur cash flow dengan baik, melakukan efisiensi perusahaan, dan juga membuat diskon untuk menarik pelanggan,” pungkasnya.  (LPPM/Penta)

Pin It on Pinterest

Share This