Untuk memperkokoh kebijakan ‘open door’ yang dicanangkan oleh KGPAA Mangkunegara X, Pura Mangkunegaran Surakarta berkolaborasi dengan konsorsium yang beranggotakan DAAD Jerman, Goethe Institute Frankfurt, dan beberapa universitas di Jerman dan Indonesia menyelenggarakan sebuah workshop dengan tema “Mangkunegaran and the social Transformation”. Workshop yang dilaksanakan pada tanggal 4-5 Maret 2024 ini didanai oleh DAAD dan dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari alumni DAAD yang tersebar di Indonesia, mahasiswa, dan para ilmuwan dari Jerman.

Dalam sambutannya, KGPAA Mangkunegara X menyatakan, “Pertemuan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengekplorasi budaya Jawa saja, namun saya juga berharap melalui diskusi para alumni DAAD dan para ilmuwan ini bisa membawa perubahan dan transformasi sosial yang memberikan dampak positif bagi Pura Mangkunegaran”. Dia menambahkan bahwa kebijakan pintu terbuka yang diberlakukan ini untuk merespons dinamika budaya Jawa dalam konteks budaya Indonesia kontemporer.

Sementara itu, Dr. Guido Schnieders selaku Ketua DAAD Indonesia menegaskan, “Pertemuan ini mencoba menjawab tantangan yang dihadapi budaya Jawa dan Indonesia, relasi dialektik, saling keterkaitan antara modernitas dan tradisi, serta aspek-aspek sosial budaya yang ingin kita lestarikan sekaligus perkembangan yang kadangkala disruptif namun menjadi penanda dan karakteristik suatu masa di masyarakat”.

Dalam kesempatan ini, Dr. phil Lucia D. Krisnawati, selaku dosen Prodi Informatika Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta berkontribusi dengan menampilkan penelitian tim TRAWACA tentang digitalisasi naskah-naskah beraksara Jawa yang menggunakan teknologi pengenalan aksara optic atau Optical Character Recognition. Lucia menjelaskan bahwa penelitian tim Trawaca yang dipimpinnya menggunakan Serat Mangkunegaran IV Buku I dan II sebagai sumber data latih, telah menghasilkan minimalnya 2 piranti yakni Aplikasi OCR Cakra dan aplikasi anotasi aksara Jawa, JavAnote yang juga berfungsi sebagai aplikasi belajar aksara Jawa. Lucia juga mendemonstrasikan dua aplikasi tersebut ke para peserta.

Pertemuan para alumni DAAD dan para peneliti budaya Jawa yang terkait pura Mangkunegaran ini diakhiri dengan penandatanganan konsorsium Deklarasi Internasional terhadap Mangkunegaran dan transformasi sosial yang berkelanjutan. UKDW turut serta dalam penandatangan deklarasi ini. “Harapannya UKDW melalui kegiatan tri dharma bisa berkontribusi dalam pelestarian budaya Jawa seperti dalam proses preservasi  naskah-naskah beraksara Jawa, juga bagaimana menyajikan naskah-naskah tersebut ke dalam bentuk yang bisa terbaca oleh generasi muda,” jelas Lucia.

Pin It on Pinterest

Share This