Sebagai upaya mewujudkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Program Studi (Prodi) Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengadakan penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama Program Magang Industri dan Desain Inklusif Kampus Merdeka pada hari Jumat, 6 November 2020 di Ruang Seminar Biblos UKDW Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UKDW Joko Purwadi, S.Kom., M.Kom., Dekan Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) UKDW Dr.-Ing. Ir. Winarna, M.A., Ketua Program Studi (Kaprodi) Desain Produk UKDW Kristian Oentoro, M.Ds., Kepala Seksi Diklat Pusat Rehabilitasi YAKKUM Rita Triharyani, Kepala SLB Negeri 1 Bantul Sri Muji Rahayu, M.Pd., Pimpinan Panti Wreda Hanna Debora Sutiati, S.Th., Sekretaris YAKETUNIS H. Wiyoto, Direktur CV. Pandanus Internusa David Y. Elim, S.T., Vice President PT. Mega Andalan Kalasan Ir. H. Susanto Sudiro, M.Sc., Ph.D., Ketua Kelompok Rosse Bambu Marzuni, Ketua Pengurus Yayasan Penyandang Cacat Mandiri Yogyakarta L. Joko Purwadi, dan Ketua Badan Sosial Mardi Wuto Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo Sri Budiastuti, S.H.

Menurut WR III UKDW Joko Purwadi, S.Kom., M.Kom., acara ini merupakan salah satu bagian dari proses penyusunan kurikulum kampus merdeka Prodi Desain Produk yang beberapa waktu lalu menerima Hibah Program MBKM dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “UKDW akan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti UMKM, pelaku di bidang industri, maupun instansi-instansi terkait untuk mengembangkan kurikulum kampus merdeka ini. Kampus merdeka merupakan proses pengembangan saling sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. UKDW mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang berkenan berkolaborasi dan bekerja sama dalam rangka pengembangan kampus merdeka ini,” tuturnya.

Sementara itu Dekan FAD UKDW Dr.-Ing. Ir. Winarna, M.A. mengungkapkan mahasiswa harus bisa mengikutsertakan hal-hal yang berbeda dari dirinya. “Berbicara masalah desain inklusi, mahasiswa harus belajar menggunakan empati, dikenalkan dengan orang-orang yang memiliki kemampuan berbeda atau kemampuan khusus. Mahasiswa juga perlu terjun langsung dengan magang di bidang industri. Kami berharap dari pihak industri dapat membimbing mahasiswa dan memberi pengalaman yang lebih. Semoga kerja sama ini dapat berlangsung sehingga bisa membangun mahasiswa dengan baik,” ungkap Dekan FAD.

Selanjutnya Kaprodi Desain Produk UKDW Kristian Oentoro, M.Ds. menjelaskan landasan penyusunan program MBKM adalah Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). “Tujuan kami adalah mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Memberikan tantangan dan kesempatan di luar kampus UKDW sehingga dapat mengembangkan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan meningkatkan kemandirian dalam mencari serta menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika di masyarakat,” paparnya.

Lebih lanjut Kristian memaparkan Hibah Program MBKM dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan digunakan untuk pelaksanaan program magang industri kampus merdeka, program desain inklusif kampus merdeka, dan program bangun desa kampus merdeka. “Sebelumnya kami telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kalurahan Tuksono, Kalurahan Salamrejo, Kalurahan Sukoreno, Desa Bangunjiwo, Desa Tirtoadi, dan Desa Panggungharjo. Kerja sama ini dilandasi semangat untuk saling berkolaborasi, berkreasi, dan belajar bersama dalam menghadapi berbagai macam perubahan dan tantangan global,” pungkasnya.

Pin It on Pinterest

Share This