Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) memiliki “Rumah Soft Skill” yang dibentuk bagi para mahasiswa. Rumah Soft Skill ini terdiri dari berbagai kegiatan, salah satunya adalah Program Pelatihan Kecakapan Interpersonal (P2KI). Tahun ini adalah tahun pertama dilaksanakannya P2KI. Divisi Pengembangan Karir dan Alumni yang merupakan salah satu divisi di Biro Kemahasiswaan, Pengembangan Karir, dan Alumni (Biro III) (UKDW) menyelenggarakan P2KI dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal peserta (mahasiswa aktif UKDW) sebagai wujud tanggung jawab institusi pendidikan menyiapkan lulusan terbaik yang siap melangkah dengan integritas (walking in integrity) sebagai salah satu perwujudan dari nilai Kedutawacaaan saat memasuki dunia kerja profesional.

Pada tahun 2023 ini, fokus P2KI adalah kewirausahaan. Bagi sebagian orang, faktor penting untuk bisa menjadi seorang wirausahawan adalah bakat, namun faktor pendukung yang didapat saat menempuh studi tidak bisa disepelekan. Kemampuan interpersonal yang kuat untuk cermat melihat peluang sekaligus mampu merangsang kreativitas tim kerja tanpa mengesampingkan stabilitas relasi personal adalah hal yang ingin didiskusikan melalui dua bahasan menarik, yaitu “Membidik Peluang Bisnis” dan “Digital Product Branding”. Kedua bahasan menarik ini dibungkus ke dalam bentuk talk show dan role play yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 Juni 2023 di Kapel Atas UKDW. 

Materi pertama bertema “Membidik Peluang Bisnis” dibawakan oleh Bapak Icang Riyanto, SE., C.H.A. yang merupakan salah satu alumni Fakultas Bisnis, Program Studi Manajemen, angkatan 1999. Pada sesi materi ini, peserta diajak untuk melihat berbagai peluang bisnis yang ada di sekitar. Setelah memahami peluang bisnis yang ada, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyusun role play sesi pertama. Pada role play sesi pertama ini, peserta diminta untuk membuat satu bisnis yang paling berpeluang dan sesuai dengan trend yang ada. Sesi pertama tidak berhenti sampai di situ saja. Materi dari talk show dan role play pada sesi pertama dilanjutkan di sesi kedua. Materi kedua bertema “Digital Product Branding” dibawakan oleh Bapak Kristian Oentoro, S.Ds., M.Ds. yang merupakan alumni Fakultas Arsitektur dan Desain, Program Studi Desain Produk angkatan 2006. Pada sesi kedua ini, pembawa materi mengajak peserta untuk memahami cara mempromosikan sebuah brand atau sebuah bisnis. Sama seperti sesi pertama, sesi kedua ini juga dilanjutkan dengan role play. Role play sesi kedua masih berkaitan dengan sesi pertama. Peserta diminta membuat branding dan promosi terkait dengan ide bisnis yang dibuat pada sesi pertama. Seluruh hasil diskusi role play yang ada dipresentasikan oleh setiap kelompok dan dikomentari oleh para pembawa materi.

Selain talk show dan role play, P2KI juga memiliki kegiatan bazar yang dilaksanakan pada hari yang sama di Atrium Didaktos UKDW. Bazar yang dilakukan ini menjadi salah satu sarana untuk menajamkan praktik kewirausahaan. Dalam hal ini, panitia berkolaborasi dengan beberapa unit internal UKDW yang berkaitan dengan ranah entrepreneurship. Bazar menghadirkan lima stan yang menjual berbagai jenis produk. Stan pertama, Heal G yang menjual produk makanan dan minuman kesehatan berbasis riset bioteknologi. Stan kedua, KSKI’s Jasuke yang menjual cemilan berbahan dasar jagung manis yang direbus kemudian dicampur dengan susu, keju, mentega, dan toping meses. Stan ketiga, May be May merupakan salah satu brand yang eksklusif yang menjual barang bertemakan hip hop. Stan keempat, Nyikat Buos Cuci Sepatu yang menawarkan jasa dalam bentuk cuci sepatu, perawatan, dan perbaikan dengan menggunakan bahan yang berkualitas dan proses yang digunakan oleh ahli bidangnya. Stan kelima, Tani Muda Duta Wacana yang menjual snack bayam brazil, bibit bayam brazil, pupuk organik, esensial oil, minuman wine, jahe pelangi, dan donat bunga telang. Dengan adanya talk show dan bazar, diharapkan para peserta P2KI mampu memperkaya inspirasi dan pilihan dalam berkarir di dunia wirausaha. (Biro3/Vio)

Pin It on Pinterest

Share This