Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW) Yogyakarta  yang tergabung dalam Center for Indonesian Medical Student’s Activities (CIMSA) berhasil mendapatkan hibah Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) tahun 2021 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 

Terdapat lebih dari 2250 proposal secara nasional yang mengikuti seleksi program PHP2D ini. Melalui proses seleksi administrasi, substansi, dan presentasi, akhirnya tim CIMSA UKDW yang dikoordinir oleh Sinta Uli Hapsari Pasaribu berhasil lolos bersama dengan 562 proposal lainnya, dan mendapatkan hibah sebesar Rp 31.000.000,00 untuk melanjutkan program yang berjudul “Pembinaan dan Pemberdayaan Kesehatan melalui Pencegahan, Pemeliharaan, dan Manajemen Kontrol Rutin Pasien Diabetes dan Hipertensi pada Lansia di Posyandu Gedongan Desa Srigading dan Posyandu Kurahan II Desa Murtigading”.  

Sinta Uli selaku ketua tim menyebutkan, posisi Sanden yang merupakan daerah pesisir dengan mata pencaharian rata-rata masyarakatnya berasal dari sektor non-formal seperti bertani, membuat tim ingin memberikan tambahan edukasi dan keterampilan melalui pembinaan dan pemberdayaan kesehatan masyarakat desa setempat, selain itu Posyandu Gedongan dan Kurahan II juga masih belum memiliki program monitoring perkembangan penyakit yang baik, serta belum dapat memanfaatkan pengolahan tanaman obat keluarga sebagai alternatif obat herbal secara maksimal, khususnya untuk pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi dan diabetes. “Mempertimbangkan hal tersebut, kami berharap melalui PHP2D ini dapat meningkatkan tindakan pencegahan dan pemeliharaan penyakit diabetes serta hipertensi di Posyandu Gedongan Desa Srigading dan Posyandu Kurahan II Desa Murtigading,” tuturnya, Senin (12/7).

Program akan dilaksanakan mulai bulan Juli hingga November 2021 dengan beberapa program unggulan seperti edukasi mengenai penyakit diabetes dan hipertensi, belajar membuat ramuan dari bahan TOGA untuk pengendalian hipertensi dan diabetes, serta pembuatan kartu kontrol untuk anggota posyandu. Tujuannya adalah supaya anggota posyandu rutin memeriksakan diri dan riwayat pemeriksaan para anggota posyandu terdokumentasi dengan baik. Direncanakan pula pembuatan panduan pemanfaatan tanaman obat keluarga (kumis kucing dan jahe)  dalam pengendalian penyakit diabetes dan hipertensi. 

“Lewat pemberdayaan posyandu setempat, program diharapkan dapat mengembangkan keragaman hayati dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah tanaman obat keluarga sebagai obat herbal yang bermanfaat mengendalikan diabetes dan hipertensi. Kami juga akan melakukan pemantauan kesehatan lansia dan membuat program edukasi sehingga nantinya kedua posyandu tersebut menjadi posyandu yang mandiri dan menjadi percontohan bagi desa-desa lain. Meski situasi masih dalam cekaman Covid-19, tim tetap optimis program ini dapat dilaksanakan dengan baik. Tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat,” terang Sinta Uli. 

Dr. drg. Suryani Hutomo, MDSc selaku dosen pendamping menyampaikan pemilihan untuk memanfaatkan TOGA adalah karena Kelompok Asuhan Mandiri TOGA dan akupresur yang dibina oleh FK UKDW bersama Puskesmas Sanden telah berjalan dengan baik. Diharapkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan TOGA.  Disamping itu, pemilihan membina posyandu lansia adalah membantu tercapainya poin 7, 8 dan 9 dari Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 2 Tahun 2018, yaitu setiap warga negara Indonesia usia 60 tahun ke atas, penderita hipertensi dan diabetes mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. 

Pin It on Pinterest

Share This