Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inklusif #2, terus berupaya untuk membangun kesadaran inklusif dalam masyarakat yang berarti menyadari keberadaan dan memahami manusia dengan berbagai macam kapabilitas.

Berkaitan dengan hal tersebut, Tim KKN Tematik Inklusif UKDW berkontribusi dalam gelaran Bantul Inclusive Carnival (BIC) 2023 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dalam hal ini Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan bekerjasama dengan ISI Yogyakarta, Komite Ekonomi Kreatif Bantul, dan Bantul Creative Forum pada hari Rabu, 10 Mei 2023.

Pada kesempatan tersebut, UKDW melakukan advokasi bertema roleplay atau simulasi disabilitas dengan dengan menyampaikan pesan bagi masyarakat, khususnya pengambil keputusan supaya tidak berasumsi tanpa mencoba dengan empati berada dalam kondisi teman-teman dengan disabilitas dan mengikuti carnaval yang merupakan rangkaian acara BIC 2023. UKDW juga menyediakan detachable electric drive for wheelchair, scooter electric untuk para lansia, melakukan simulasi-simulasi penggunaan alat tersebut, dan menampilkan performance art. “Semoga melalui pawai inklusif yang diikuti oleh UKDW akan memunculkan apa yang disebut sebagai inklusif di Kabupaten Bantul dan menular ke kota-kota yang lain,” kata Winta Adhitia Guspara, S.T., M.Sn., Dosen Desain Produk UKDW, sekaligus salah satu Dosen Pembimbing Lapangan pada KKN Tematik Inklusif #2 2023.

BIC 2023 merupakan carnaval yang menggambarkan aneka ragam potensi yang dimiliki Kabupaten Bantul, baik dari segi industri kreatif, kerajinan, kuliner, hingga pariwisata. Mengambil jargon “Holopis Bantul Baris”, BIC ini berbeda dengan carnaval lain karena BIC memiliki semangat inklusif.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkab Bantul untuk menunjukkan kepada UNESCO mengenai kesiapan Kabupaten Bantul untuk memasuki jejaring kota kreatif dunia atau UNESCO Creative City Network (UCCN). BIC 2023 diharapkan mampu memicu kegiatan aktivitasi creative hub lainnya yang lebih luas dan memiliki posisi penting sebagai inisiatif dan motivasi bagi pelaku kreatif sehingga dapat menjadi titik simpul bagi subsektor lainnya yang dikembangkan di Indonesia. (mpk)

Pin It on Pinterest

Share This