Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dan PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) kembali menjalin kerjasama dalam hal pemberian beasiswa bagi mahasiswa UKDW yang memiliki kesulitan ekonomi. 

PT BPD DIY memberikan bantuan dana pendidikan sebesar Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) untuk 5 mahasiswa UKDW setiap semesternya. Dana beasiswa ini diambil dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT BPD DIY. Diharapkan program kerjasama beasiswa ini dapat membantu para mahasiswa UKDW yang memiliki kesulitan ekonomi agar tetap melanjutkan studinya. Kedua institusi sepakat untuk bekerjasama dalam hal pemberian beasiswa selama 5 tahun. Adapun mahasiswa yang terpilih mendapatkan beasiswa ini sebelumnya akan mengikuti proses seleksi yang dilakukan oleh Biro Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengembangan Karir (Biro III) UKDW agar beasiswa menjadi tepat sasaran.  Winta Adhitia Guspara selaku Kepala Biro III mengucapkan terimakasih atas bantuan dana pendidikan yang diberikan oleh PT. BPD DIY. Winta berharap kerjasama ini dapat berlanjut dengan program kerjasama lain yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sedangkan Agus Ridwanta selaku Pemimpin Cabang PT BPD DIY Cabang Utama menyampaikan jika PT BPD DIY ingin berkontribusi dalam hal peningkatan pendidikan melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa dengan skema penyaluran dana CSR. 

Sebelumnya, UKDW dan PT BPD DIY telah bekerjasama dalam hal hibah pengadaan alat olahraga di GOR Satria Manunggal Pamungkas Duta (SAMAPTA). Kedua institusi berkomitmen untuk mengembangkan Unit Kegiatan Kemahasiswaan yang ada di UKDW. Dengan adanya fasilitas olahraga yang disediakan, harapannya mahasiswa dapat termotivasi untuk berprestasi bukan hanya dalam hal akademik saja tapi juga dalam kegiatan non akademik. 

Selain dengan PT BPD DIY, UKDW Yogyakarta juga baru saja menandatangani kerjasama beasiswa dengan Djarum Foundation. Kedua institusi sepakat untuk bekerjasama dalam hal pemberian beasiswa bantuan biaya hidup bagi mahasiswa UKDW atau yang disebut dengan Program Djarum Beasiswa Plus. Adapun beasiswa yang diberikan berupa bantuan biaya hidup sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) per bulan selama satu tahun untuk setiap mahasiswa. Djarum Foundation tidak mematok jumlah beasiswa yang diberikan karena nantinya para calon penerima beasiswa akan melalui seleksi yang diatur oleh Djarum Foundation. 

Mengutip dari website Djarum Foundation, yang membedakan Program Djarum Beasiswa Plus dengan program beasiswa lain adalah, selain mendapatkan dana beasiswa selama satu tahun, Beswan Djarum (sebutan bagi penerima program Djarum Beasiswa Plus) juga mendapatkan berbagai macam pelatihan keterampilan lunak atau soft skills guna mempersiapkan mereka menjadi calon pemimpin masa depan bangsa. Pelatihan ini meliputi Nation Building, Character Building, Leadership Development, Competition Challenges, serta International Exposure

Tidak hanya berhenti sampai di sini, melalui program Community Empowerment, Beswan Djarum juga diberikan kesempatan untuk menerapkan berbagai keterampilan lunak yang telah diperoleh dengan melibatkan diri secara langsung dalam memberikan jalan keluar pada suatu permasalahan sosial di lingkungan tempat mereka berada.Melalui pembudayaan dan pemberdayaan para penerima program Djarum Beasiswa Plus ini, rangkaian pelatihan tersebut dimaksudkan guna menyerasikan antara pencapaian akademik (hard skills) yang diperoleh di perguruan tinggi dengan berbagai keterampilan lunak (soft skills) yang diperoleh dari program ini. Tujuannya agar Beswan Djarum di kemudian hari menjadi pemimpin masa depan bangsa yang cakap secara intelegensia maupun emosional.

Sehubungan dengan situasi yang masih dalam kondisi pandemi, Saptopranolo yang merupakan perwakilan Djarum Foundation menyampaikan bahwa sementara pelatihan soft skills dilakukan secara daring. Namun hal itu tidak menyurutkan antusiasme para Beswan Djarum untuk mengikuti berbagai pelatihan. Joko Purwadi selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UKDW berharap kerjasama dengan Djarum Foundation ini dapat membantu mahasiswa untuk melanjutkan studinya di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarga. (Lia)

Pin It on Pinterest

Share This