Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menggelar acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode Februari 2018 di Auditorium Koinonia UKDW, Sabtu (24/2). Pada periode kali ini UKDW mewisuda 179 mahasiswa yang terdiri dari 172 mahasiswa dari program Sarjana (S-1) dan 7 mahasiswa dari program Pascasarjana (S-2).

Dari keseluruhan wisudawan, terdapat 3 mahasiswa program Sarjana (S-1) dengan predikat “Wisudawan Terbaik” yaitu Virginia Yohanna Setiawan dari Program Studi Akuntansi dengan IPK 3,96; Nico Adhitya Kurniawan dari Program Studi Informatika dengan IPK 3,90; dan Richa Mega Puspita dari Program Studi Manajemen dengan IPK 3,85. Sedangkan untuk program Pascasarjana (S-2), gelar “Wisudawan Terbaik” diterima oleh Yusak Senja Utama dari Program Studi Magister Arsitektur dengan IPK 3,94; Simon Nelson Salouw dari Program Studi Kajian Konflik dan Perdamaian dengan IPK 3,73; Nefry Christoffel Benyamin dari Program Studi Ilmu Teologi dengan IPK 3,66; dan Gloria Wilhelmina Verdina dari Program Studi Ilmu Kependetaan dengan IPK 3,66.

 “Sejalan dengan visi atau tujuan mulia UKDW, para wisudawan dari kampus ini mampu menemukan dan mengembangkan potensi diri seutuhnya serta mengalami transformasi hidup menjadi pribadi yang unggul dan terpercaya.” pesan Rektor UKDW Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D dalam sambutannya didepan para wisudawan.

Setelah diselesaikannya masa pendidikan di UKDW, diharapkan para wisudawan mau untuk terus mengembangkan diri (spiritualitas, karakter, kepribadian, sikap) secara positif dan mengaplikasikan kemampuan yang dimilikinya dalam berbagai bidang pekerjaan yang akan ditekuninya. Selembar ijasah, transkrip akademik dan sertifikat pendamping ijasah tidaklah  otomatis menjamin diperolehnya pekerjaan yang diinginkan apalagi mendapatkan kesuksesan dalam waktu singkat. Dalam berjuang untuk mencapai impian pekerjaan yang mapan dan kesuksesan hidup masih diperlukan proses pendidikan kehidupan yang lebih tinggi, lebih sulit dan jauh lebih lama dibandingkan waktu kuliah di UKDW, yang dinamakan pendidikan sepanjang hayat (long life continuing education) atau boleh disebut kampus “Universitas Kehidupan”.

Pin It on Pinterest

Share This