Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bersama Osnabrück University of Applied Science Jerman menyelenggarakan kegiatan Third Conference sebagai rangkaian program Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES)-Partnership with Higher Education Institutions in Indonesia “Nurturing a Culture of Excellence in University Management through Leadership Development and Partnerships” yang disponsori oleh Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) German Academic Exchange Service dan German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development.

Mengundang Prof. Dr. Peter Mayer dari Osnabrück University of Applied Science, Prof. Dr. Duu Sheng Ong dari Multimedia University Malaysia, Prof. Dr. Gladys Nivera dari Philippine Normal University, Tatas Hardo Panintingjati Brotosudarmo, Ph.D dari Universitas Ciputra, Assoc. Prof. Dr. Leenawaty Limantara dari Universitas Pembangunan Jaya, Dr. Nemuel Pah dari Universitas Surabaya, dan Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D., serta Dr.-Ing. Wiyatiningsih dari UKDW sebagai narasumber, kegiatan Third Conference ini diselenggarakan pada tanggal 21-25 November 2022 di Yogyakarta dan diikuti oleh 19 perwakilan rektorat dan dekanat dari UKDW, Universitas Halmahera (UNIERA) Tobelo, Universitas Kristen Wira Wacana (UNKRISWINA) Sumba, dan Universitas Ottow Geissler Papua (UOGP).

Prof. Dr. Peter Mayer selaku direktur program DIES-Partnership ini mengatakan bahwa universitas swasta memiliki peran penting sebagai institusi pendidikan tinggi. Faktanya, banyak universitas swasta di Indonesia yang harus menghadapi permasalahan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan keuangan yang akhirnya berdampak negatif terhadap keberlangsungan kegiatan akademik. Program ini bertujuan untuk mengembangkan kapabilitas manajemen UKDW, sebagai direct-partner Osnabruck University of Applied Science, yang pada akhirnya berperan untuk mengembangkan kapabilitas manajemen UNIERA, UNKRISWINA, dan UOGP.  

Melalui serangkaian kegiatan pelatihan dan lokakarya yang dilakukan di UKDW serta kunjungan ke Universitas Sanata Dharma (USD) dan Universitas Islam Indonesia (UII), peserta diajak untuk saling berbagi pengalaman dan belajar tentang Project Action Plan (PAP) yang sudah dilaksanakan, kepemimpinan, penjaminan mutu, manajemen strategis, dan perencanaan PAP bersama yang akan dilaksanakan pada tahun 2023.

Dalam kunjungan ke USD, Rm. Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., selaku Rektor USD menyambut baik kehadiran peserta dan mengatakan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal bagi Universitas Kristen dan Katolik untuk terus berkolaborasi. “Universitas Kristen dan Katolik memiliki tantangan yang besar di Indonesia. Kami berharap setelah kunjungan ini akan ada program kolaborasi berikutnya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kita. Pintu USD selalu terbuka untuk universitas lain yang ingin belajar dari kami. Perlu diingat juga bahwa penting bagi kita untuk mempertahankan identitas,” ujarnya. Selaras dengan pernyataan Rm. Bagus, Prof. Fathul Wahid., S.T., M.Sc., Ph.D selaku Rektor UII menambahkan bahwa penting bagi pemimpin di universitas swasta untuk menerapkan servant leadership. “Kami banyak belajar dari kampus Kristen tentang servant leadership ini. Selain menerapkan konsep melayani, untuk menunjang sistem penjaminan mutu dan sistem informasi yang baik, optimisme dan perancangan mimpi bersama yang dilakukan oleh seluruh level sivitas akademika, mulai dari mahasiswa sampai ke pemimpin sangat penting untuk dilakukan,” ujarnya. 

Menutup rangkaian kegiatan, perancangan penyelenggaraan PAP bersama yang akan dilaksanakan pada bulan Januari 2023 difokuskan pada kebutuhan akan panduan nilai-nilai kristiani dan nilai-nilai dasar kepemimpinan di perguruan tinggi swasta. Consortium Agreement juga ditandatangani oleh seluruh narasumber dan peserta sebagai bentuk komitmen untuk berkolaborasi meningkatkan kapabilitas manajemen universitas Kristen di Indonesia. [ai]

Pin It on Pinterest

Share This