Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi membuka program pembinaan talenta digital terampil bagi mahasiswa Indonesia bernama Bangun Kualitas Manusia Indonesia atau Bangkit. Program tersebut terafiliasi dengan program Kampus Merdeka- Studi Independen Bersertifikat (SIB) yang akan dilaksanakan secara online pada semester genap (Februari-Juli 2022) selama 20 minggu.

Mengulang kesuksesan tahun lalu, Program Bangkit kembali hadir di tahun 2022 dengan kurikulum yang dirancang Google dan dijalankan dengan dukungan GoTo, Traveloka, dan DeepTech Foundation. Program Bangkit didesain untuk mempersiapkan peserta dengan kecakapan (skills) yang relevan dan dibutuhkan berdasarkan sertifikasi teknikal, dengan menyelenggarakan tiga alur belajar multidisiplin yaitu Machine Learning, Mobile Development (Android), dan Cloud Computing. 

Peserta program Bangkit dapat mengikuti kegiatan dengan kurikulum berstandar industri tanpa biaya dan bisa dikonversi setara dengan 20 SKS. Peserta juga memiliki peluang untuk berkarier di perusahaan IT ternama lewat Bangkit Career Fair dan berkesempatan meraih sertifikasi google seperti Associate Android Developer, Associate Cloud Engineer, atau Tensorflow Certification. Selain itu peserta berpeluang mendapat pendanaan inkubasi untuk proyek akhir.

Meidianti Ayu Permatasari, mahasiswa Sistem Informasi UKDW, berhasil diterima dalam Program Bangkit 2022. Meidianti mengaku ketertarikannya mengikuti program ini muncul setelah melihat kesuksesan seniornya setelah mengikuti Program Bangkit periode sebelumnya. Begitu mendapat informasi dari salah satu dosennya terkait program tersebut, Meidianti segera mendaftarkan diri lewat portal Dicoding, sebuah platform pendidikan teknologi.

“Seleksi dilakukan lewat dua tes yaitu penilaian umum dan penilaian pembelajaran. Dalam tes terdapat beberapa pertanyaan terkait kepribadian dan pengetahuan pembelajaran sesuai topik yang dipilih dengan menggunakan Bahasa Inggris. Selanjutnya, saya diminta untuk mempersiapkan berkas pendukung seperti surat persetujuan dosen pembimbing, surat komitmen, dan surat rekomendasi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama (WD 3) FTI. Kemudian mendaftar portal Kampus Merdeka dengan topik pembelajaran Cloud Computing dan melengkapi dokumen yang disyaratkan seperti CV, transkrip nilai, dan sertifikat pengalaman organisasi maupun prestasi,” terangnya.

Pada tahap selanjutnya, Meidianti harus mengikuti tes kebhinekaan yang membahas seputar isu dan peristiwa yang terjadi di masyarakat lewat aplikasi Pusmenjar. “Soal bersifat multiple choice dan harus dikerjakan dalam waktu 30 menit. Kita diminta memberikan pendapat atas peristiwa yang terjadi melalui sudut pandang individu. Dari 50.000 lebih peserta yang mendaftar, hanya 3000 peserta diterima untuk mengikuti Program Bangkit 2022,” katanya.

Berlangganan Newsletter Kami

Bergabunglah dengan milis kami untuk menerima kabar terbaru dan update dari tim kami.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This